SMP NEGERI 1 LIMBOTO

Jl. Achmad A. Wahab No. 12 Kayubulan

BE GREEN, BE CLEAN, BE SMART

Dua Siswa Korban Bencana Palu Belajar di Spensa

Kamis, 11 Oktober 2018 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 868 Kali

Bencana yang melanda Kota Palu dan sekitarnya memang mendatangkan kisah pilu dan menimbulkan traumatik bagi anak-anak, terutama mereka yang masih berusia sekolah. Olehnya itu Pemerintah Provinsi Gorontalo mengharapkan agar Kabupaten/Kota di Gorontalo siap menampung para siswa yang menjadi korban bencana gempa Palu. Pemerintah Provinsi pun mempersilahkan anak-anak pengungsi melaporkan diri ke Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo dan atau Kabupaten Kota untuk memastikan anak-anak korban gempa dan tsunami tidak kehilangan masa depan setelah bencana.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo

Sementara itu Kepala SMP Negeri 1 Limboto Bapak Achmad Dangkua, S.Pd merespon positif himbauan Pemerintah Provinsi untuk Kabupaten Kota dan siap menampung para siswa korban bencana. Menurut beliau sekolah sangat terbuka menerima siswa yang menjadi korban bencana alam karena mereka inilah yang akan menjadi generasi penerus dan merupakan tunas harapan bangsa yang perlu dijaga.

Apa yang dirasakan anak-anak paska bencana tersebut tentu sangat membekas di sanubari mereka. Demikian pula halnya dengan yang dialami Fadhilah Noor Nabilah dan Fahrezzy Arthur Ridho siswa sekolah menegah pertama di Palu (Sulteng). Mereka telah menjadi korban keganasan dari bencana alam gempa bumi dan tsunami Jumat 28 September 2018 yang disusul dengan tenggelamnya ratusan rumah akibat likuifaksi. Bencana tersebut telah meluluhlantakan daerah dan tempat tinggal mereka tak terkecuali dengan sekolah tempat mengenyam pendidikan mereka turut rusak diterjang bencana. Kedua siswa tersebut kini duduk dibangku kelas 9 dan belajar bersama dengan siswa SMP Negeri 1 Limboto.

5 hari pasca bencana menerjang Palu dan sekitarnya, orang tua dan kerabat mereka menggungsi ke Gorontalo, dan mencari kerabat dekat  di Gorontalo untuk tinggal sementara. Sambil memantau dan menunggu perkembangan tempat kejadian bencana orang tua dari Fadila dan Fahrezy menitipkan mereka untuk belajar di SMP Negeri 1 Limboto. Kedua siswa yang masih ada ikatan kerabat dekat ini banyak bercerita kepada awak spenza tentang kisah pilu yang mereka alami. Terpancar raut wajah kesedihan dari kedua siswa tersebut bila mengenang kejadian-kejadian bencana yang beruntun itu.

Meski mereka telah kehilngan harta benda dan tempat tinggal, namun mereka tetap tidak kehilangan harapan dan mimpi. Mereka tetap menggali asa untuk kehidupan masa depan yang cerah, sambil berprinsip bahwa bencana dahsyat yang mereka alami ini mudah mudahan akan menjadi titik balik untuk kehidupan lebih baik kedepan.

 

Oleh : Rizal Pomalingo & Muhas
Artikel Berita Sekilas Info

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT